TERAPI AKTIVITAS
STIMULASI PERSEPSI HALUSINASI
![]() |
| https://www.facebook.com/yudi.isyours |
1. Latar Belakang
Pada pasien gangguan jiwa
dengan kasus Schizoprenia selalu diikuti dengan gangguan persepsi sensori;
halusinasi. Terjadinya halusinasi dapat menyebabkan klien menjadi menarik diri
terhadap lingkungan sosialnya, hanyut dengan kesendirian dan halusinasinya
sehingga semakin jauh dari sosialisasi dengan lingkungan disekitarnya.
Atas dasar tersebut, maka kami
menganggap dengan Therapy Aktivitas Kelompok (TAK) klien dengan gangguan persepsi
sensori dapat tertolong dalam hal sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya,
tentu saja klien yang mengikuti therapy ini adalah klien yang sudah mampu
mengontrol dirinya dari halusinasi sehingga pada saat TAK klien dapat
bekerjasama dan tidak mengganggu anggota kelompok yang lain.
2. Pengertian/ Landasan Theory
a. Defenisi Halusinasi
Halusinasi adalah
Satu persepsi yang salah oleh panca indera tanpa adanya
rangsang (stimulus) eksternal (Cook
& Fontain, Essentials of Mental
Health
Nursing, 1987).
Gangguan persepsi dimana klien
mempersepsikan suatu yang sebenarnya tidak terjadi, suatu peneraapan panca
indera tanpa adanya ransangan dari luar.(maramis,1998)
Sebagai suatu persepsi dari luar tanpa
adanya sumber dari luar. (Schultz.J.ra. dark, 1986).
b.
Klasifikasi Halusinasi
Pada klien dengan
gangguan jiwa ada beberapa jenis halusinasi dengan karakteristik tertentu,
diantaranya :
1) Halusinasi
pendengaran
Karakteristik
ditandai dengan mendengar suara, teruatama suara – suara orang, biasanya klien
mendengar suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya
dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu.
2) Halusinasi
penglihatan
Karakteristik
dengan adanya stimulus penglihatan dalam bentuk pancaran cahaya, gambaran
geometrik, gambar kartun dan/atau panorama yang luas dan kompleks. Penglihatan
bisa menyenangkan atau menakutkan.
3) Halusinasi
penghidu
Karakteristik
ditandai dengan adanya bau busuk, amis dan bau yang menjijikkan seperti: darah,
urine atau feses. Kadang–kadang terhirup bau harum. Biasanya berhubungan dengan
stroke, tumor, kejang dan dementia.
4) Halusinasi
peraba
Karakteristik
ditandai dengan adanya rasa sakit atau tidak enak tanpa stimulus yang terlihat.
Contoh: merasakan sensasi listrik datang dari tanah, benda mati atau orang
lain.
5) Halusinasi
pengecap
Karakteristik
ditandai dengan merasakan sesuatu yang busuk, amis dan menjijikkan.
6) Halusinasi
sinestetik
Karakteristik
ditandai dengan merasakan fungsi tubuh seperti darah mengalir melalui vena atau
arteri, makanan dicerna atau pembentukan urine.
c.
Tanda dan gejala (Townsend,
1998)
1.
Berbicara sendiri
2.
Tersenyum atau tertawa sendiri
3.
Disorientasi
4.
Pikiran cepat berubah – ubah
5.
Bersikaap seperti mendengar
6.
Konsentrasi rendah
7.
Berhenti berbicara di
tengah-tengah kalimat untuk mendengarkan sesuatu
8.
Kekacauan alur piker
9.
Respon tidak sesuai
d. Penyebab dari Halusinasi
Salah satu penyebab dari Perubahan sensori perseptual : halusinasi
yaitu isolasi social : menarik diri. Menarik diri merupakan percobaan untuk
menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain
(Rawlins,1993).
e. .Akibat dari Halusinasi
Pasien yang mengalami perubahan persepsi sensori: halusinasi dapat
beresiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungannya. Resiko
mencederai merupakan suatu tindakan yang kemungkinan dapat melukai/
membahayakan diri, orang lain dan lingkungan.
f. Hubungan Schizoprenia dengan
Halusinasi
Halusinasi pendengaran
merupakan bentuk yang paling sering dari gangguan persepsi pada klien dengan
gangguan jiwa (schizoprenia). Bentuk halusinasi ini bisa berupa suara–suara
bising atau mendengung. Tetapi paling sering berupa kata–kata yang tersusun
dalam bentuk kalimat yang mempengaruhi tingkah laku klien, sehingga klien
menghasilkan respons tertentu seperti: bicara sendiri, bertengkar atau respons
lain yang membahayakan.
Bisa juga klien bersikap
mendengarkan suara halusinasi tersebut dengan mendengarkan penuh perhatian pada
orang lain yang tidak bicara atau pada benda mati. Halusinasi pendengaran
merupakan suatu tanda mayor dari gangguan schizoprenia dan satu syarat
diagnostik minor untuk metankolia involusi, psikosa mania depresif dan syndroma
otak organik.
Gangguan persepsi yang utama
pada skizoprenia adalah halusinasi, sehingga halusinasi menjadi bagian hidup
klien. Biasanya dirangsang oleh kecemasan, halusinasi menghasilkan tingkah laku
yang tertentu, gangguan harga diri, kritis diri, atau mengingkari rangsangan
terhadap kenyataan.
Halusinasi pendengaran adalah
paling utama pada skizoprenia, suara – suara biasanya berasal dari Tuhan,
setan, tiruan atau relatif. Halusinasi ini menghasilkan tindakan/perilaku pada
klien seperti yang telah diuraikan tersebut di atas ( tingkat halusinasi,
karakteristik dan perilaku yang dapat diamati ).
3. Metode Therapy Aktifitas Kelompok.
Metode yang digunakan pada therapy aktifitas kelompok (TAK) ini adalah metode:
1. Diskusi dan tanya jawab.
2. Melengkapi jadwal harian.
Metode yang digunakan pada therapy aktifitas kelompok (TAK) ini adalah metode:
1. Diskusi dan tanya jawab.
2. Melengkapi jadwal harian.
Kegiatan TAK menggunakan sistem Sesi yang dibagi menjadi lima sesi, setiap sesi memiliki tujuan
khusus yang berbeda. Pada TAK kali ini adalah melanjutkan kegiatan TAK
sebelumnya, kali ini adalah TAK untuk sesi kelima yaitu tentang program
pengobatan.
a. Tata Tertib dan Program Antisipasi
1) Tata Tertib
2) Peserta bersedia mengikuti kegiatan TAK.
3) Peserta
wajib hadir 5 menit sebelum acara dimulai.
4) Peserta
berpakaian rapih, bersih dan sudah mandi.
5) Tidak diperkenankan makan, minum, merokok
selama kegiatan (TAK) berlangsung.
6) Jika
ingin mengajukan/menjawab pertanyaan, peserta mengangkat tangan kanan dan
berbicara setelah dipersilahkan oleh pemimpin.
7) Peserta yang mengacaukan jalannya acara
akan dikeluarkan.
8) Peserta
dilarang keluar sebelum acara TAK selesai.
9) Apabila
waktu TAK sesuai kesepakatan telah habis, namun Tak belum selesai, maka
pemimpin akan meminta persetujuan anggota untuk memperpanjang waktu TAK kepada
anggota.
b. Program Antisipasi
1) Apabila
ada klien yang telah bersedia untuk mengikuti TAK, namun pada saat pelaksanaan
TAK tidak bersedia, maka langkah yang diambil adalah: mempersiapkan klien
cadangan yang telah diseleksi sesuai dengan kriteria dan telah disepakati oleh
anggota kelompok lainnya.
2) Apabila
dalam pelaksanaan ada anggota kelompok yang tidak mentaati tata tertib yang
telah disepakati, maka berdasarkan kesepakatan ditegur terlebih dahulu dan bila
masih tidak cooperative maka dikeluarkan dari kegiatan.
3) Bila
ada anggota kelompok yang melakukan kekerasan, leader memberitahukan kepada
anggota TAK bahwa perilaku kekerasan tidak boleh dilakukan.
c. Penutup
Demikian proposal
ini kami buat, atas perhatian dan dukungan serta partisipasinya dalam kegiatan
ini kami ucapkan terimakasih.
4. Sesi – sesi Terapi Aktivitas
Kelompok.
a. Sesi I : mengenal halusinasi
1) Tujuan Therapy aktivitas Kelompok
Tujuan :
Klien mampu mengenali halusinasi yang dialaminya.
2) Kriteria Anggota
Klien sebagai anggota yang mengikuti therapy aktifitas kelompok ini
adalah :
a. Klien
dengan riwayat skizofrenia dengan disertai gangguan persepsi sensori halusinasi.
b. Klien
yang mengikuti TAK ini tidak mengalami perilaku agresif atau mengamuk dalam
keadaan tenang.
c. Klien
dapat diajak kerjasama( cooperative).
3) Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Therapy Aktivitas Kelompok ini dilaksanakan pada :
Hari,
Tanggal
: Selasa, 15 Januari 2013
Waktu
: 09.00 wib
Tempat
: PKP
4) Nama Klien dan Ruangan
Klien yang mengikuti kegiatan berjumlah 10 orang, sedangkan sisanya
sebagai cadangan jika klien yang ditunjuk berhalangan.
Adapun nama-nama klien yang akan mengikuti TAK serta pasien sebagai
cadangan yaitu :
Klien peserta TAK :
1. …………
2. …………
3. …………
4. …………
5. …………
6. …………
7. …………
8. …………
9. …………
10. …………
Klien peserta TAK cadangan :
a. ………………..
b. ………………..
5) Media dan Alat
TAK kali ini tidak menggunakan alat atau media yang spesifik,
penggunaan alat ini hanya yang ada diruangan saja seperti :
a. Spidol dan whiteboard atau papan tulis
b. Jadwal kegiatan harian(jika ada yang
dibuat saat TAK sebelumnya).
c. Beberapa contoh obat.
d. Tape recorder untuk game jika ada.
6) Metode
a. Diskusi dan Tanya jawab.
b. Bermain peran atau simulasi.
7) Susunan pelaksana
Yang bertugas dalam TAK kali ini disesuaikan dengan petugas setiap
sesi yang telah disepakati, sebagai berikut :
a. Leader
: Alfatih Alan Bantara
b. Co. Leader :
Ifan Eka Ferdiawan
c. Fasilitator 1
: Andi Purnomo
d. Fasilitator 2
: Andrean
e. Fasilitator 3
: Bekti Wulan
f. Fasilitator 4
: Aditya
g. Fasilitator 5
: Andi Nur Sinar
h. Fasilitator 6
: Choirul Putri
i. Fasilitator 7
: Ardena
j. Fasilitator 8
: Anggun
k. Fasilitator 9
: Arnindia
l. Fasilitator 10 : Joko
Purnomo
m. Observer
: Fandri L S
n. Observer
: Hilman Fatony
o. Observer
: Dwi robin
8) Uraian Tugas Pelaksana
a. Leader
Tugas :
1. Memimpin jalannya therapy aktifitas
kelompok.
2. Merencanakan, mengontrol, dan mengatur
jalannya therapy.
3. Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK.
4. Memimpin diskusi kelompok.
b. Co. Leader
Tugas :
1. Membuka acara.
2. Mendampingi leader
3. Mengambil alih posisi leader jika
leader bloking.
4. Menyerahkan kembali posisi kepada
leader.
5. Menutup acara diskusi.
c. Fasilitator
Tugas :
1. Ikut serta dalam kegiatan kelompok.
2. Memberikan stimulus dan motivator pada
anggota kelompok untuk aktif mengikuti jalannya therapy.
d. Observer
1. Mencatat serta mengamati respon klien
( dicatat pada format yang tersedia )
2. Mengawasi jalannya aktifitas kelompok
dari mulai persiapan, proses, hingga penutupan.
9) Setting Tempat
Adapun setting tempat yang akan digunakan untuk
pertemuan TAK adalah sebagai berikut
· Terapis dan klien duduk bersama dalam
lingkaran.
· Ruangan nyaman dan tenang.
keterangan:
10) Mekanisme Kegiatan
a) Persiapan
(1). Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu klien dengan
perubahan
persepsi
sensori : halusinasi
(2). Membuat kontrak dengan klien.
(3). Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
b).
Orientasi
(1) Salam terapeutik.
- Salam dari terapis kepada klien.
- Perkenalkan nama dan panggilan semua
terapis (beri papan nama)
- Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama )
(2) Orientasi
Menanyakan
perasaan klien saat ini.
(3) Kontrak
(a) Terapis
menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu mengenal suara –suara
yang di dengar.
(b) Terapis
menjelaskan aturan main berikut :
(1) Jika
ada klien yang ingin meninggalakan kelompok, harus minta izin kepada terapis.
(2) Lama
kegiatan 45 menit
(3) Setiap
klien mengikuti keegiatan dari awal sampai akhir.
c). Tahap Kerja
(1) Terapis
menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu mengenal suara- suara yang
didengar (halusinasi ) tentang isinya, waktu terjadinya, dan perasaan klien
pada saat terjadi.
(2) Terapis
meminta klien menceritakan isii halusinasi, kapan terjadinya, situasi yang
membuat terjadi, dan perasaan klien saat terjadi halusinasi. Mulai dari klien
yang sebelah kanan, secara berurutan sampai semua klien mendapat giliran.
Hasilnya ditulis di whiteboard.
(3) Beri
pujian pada klien yang melakukan dengan baik.
(4) Simpulkan
isi, waktu terjadi, situasi terjadi, dan perasaan klien dari suara yang biasa
didengar.
d). Tahap
Terminasi
(1). Evaluasi
-Terapis menanyakan perasaan
klien setelah mengikuti TAK.
-Terapis memberikan pujian atas
keberhasilan kelompok.
(2). Tindak Lanjut
Terapis meminta klien untuuk
melaprkan isi, waktu, situasi, dan perasaanya jika terjadi halusinasi.
(3). Kontrak yang akan dating
- Menyepakati TAK yang akan
datang, yaitu cara mengontrol halusinasi.
- menyepakati waktu dan tempat.
11) Evaluasi dan Dokumentasi.
a) Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap
kerja. ASpek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.
Untuk TAK stimulasi persepsi halusinasi sesi 1, kemampuan yang diharapkan adlah
mengenal isi halusinasi, waktu terjadinya halusinasi, situasi terjadinya
halusinasi, dan perasaan saat terjadinya halusinasi. Formulir evaluasi sebagai
berikut :
b) Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses keperawatan
tiap klien. Contoh : klien mengikuti TAK stimulasi persepsi : halusinasi sesi
!. Klein mampu menyebutkan isi halusinasi ( menyuruh memukul ), waktu ( pukul 9
malam ), situasi ( sedang sendiri), perasaan (jika sedang geram ). Anjurkan
klien mengidentifikasi halusinasi yang timbul dan menyampaikan kepada perawat.
12) Tata Tertib dan Program Antisipasi
a.
Tata Tertib :
1. Peserta bersedia mengikuti
kegiatan TAK
2. Berpakaian rapi dan bersih.
3. Peserta tidak diperkenankan makan, minum
dan merokok selama kegiatan TAK.
4. Peserta boleh meninggalkan ruangan
sebelum tata tertib dibacakan selama 5 menit, dan bila peserta tidak kembali ke
ruangan maka peserta tersebut diganti peserta cadangan.
5. Peserta tidak diperkenankan meninggalkan
ruangan setelah tata tertib dibacakan. Bila peserta meninggalkan ruangan dan
tidak bisa mengikuti kegiatan lain setelah dibujuk oleh fasilitator, maka
peserta tersebut tidak dapat diganti oleh peserta cadangan.
6. Peserta hadir 5 menit sebelum kegiatan dimulai.
7. Peserta yang ingin mengajukan
pertanyaan, mengangkat tangan terlebih dulu dan berbicara setelah
dipersilahkan.
8. TAK berlangsung selama 45 menit dari pukul 09.00 sampai 09.45.
b. Program Antisipasi
1. Usahakan dalam keadaan terapeutik.
2. Anjurkan kepada terafis agar dapat
menjaga perasaan anggota kelompok, menahan diri untuk tertawa atau sikap yang
menyinggung.
3. Bila ada peserta yang direncanakan
tidak bisa hadir, maka diganti oleh cadangan yang telah disiapkan dengan cara
ditawarkan terlebih dahulu kepada peserta.
4. Bila ada peserta yang tidak menaati
tata tertib, diperingatkan dan jika tidak bisa diperingatkan, dikeluarkan dari
kegiatan setelah dilakukan penawaran.
5. Bila ada anggota yang ingin keluar,
dibicarakan dan diminta persetujuan dari peserta TAK yang lain.
6. Bila ada peserta TAK yang melakukan
kegiatan tidak sesuai dengan tujuan, leader memperingatkan dan mengarahkan
kembali bila tidak bisa, dikeluarkan dari kelompok.
7. Bila peserta pasif, leader memotivasi
dibantu oleh fasilitator.
13) Lembar Evaluasi Kemampuan Pasien
Sesi 1 : TAK
Stimulasi persepsi : Halusinasi
Kemampuan mengenal halusinasi
|
No
|
Nama Klien
|
Menyebut isi
halusinasi
|
Menyebut waktu
terjadi halusinasi
|
Menyebut situasi
terjadi halusinasi
|
Menyebut
perasaan saat halusinasi
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
|
Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut
TAK pada kolom nama klien.
2. Untuk tiap klien, beri penilaian
kemampuan mengenal halusinasi: isi, waktuu, situasi, dan perasaan. Beri tanda √
jika klien mampu dan beri tanda X jika klien tidak mampu.
b. Sesi II : Kemapuan menghardik halusinasi
1) Tujuan terapi aktivitas kelompok
a) Klien dapat menjelaskan cara yang selama
ini dilakukan untuk mengatasi halusinasi.
b) Klien dapat memahami cara menghardik
halusinasi.
c) Klien dapat memperagakan cara
menghardik halusinasi.
2) Kriteria Anggota
Klien sebagai anggota yang mengikuti terapi aktivitas kelompok ini adalah
:
a) Klien dengan riwayat schizophrenia
dengan disertai gagguan persepsi sensori halusinasi.
b) Klien yang mengikuti TAK ini tidak
mengaklami perilaku agresif atau mengamuk, dalam keadaan tenang.
c) Klien dapat diajak kerjasama (cooperative)
d) Klien sudah mengikuti TAK Sesi I.
3) Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Terapi Aktivitas Kelompok ini dilaksanakan pada :
Hari, Tanggal : Selasa, 15
Januari 2013
Waktu
: 09.00 wib
Tempat
: PKP
4) Nama Klien dan Ruangan
Klien yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 5 orang, sedangkan
sisanya sebagai cadangan jika klien yang ditunjuk berhalangan.
Adapun nama-nama klien yang akan mengikuti TAK serta pasien cadangan
yaitu :
Klien peserta TAK :
1. …………
2. …………
3. …………
4. …………
5. …………
6. …………
7. …………
8. …………
9. …………
10. …………
Klien cadangan peserta TAK :
a) …...
b) …...
5) Media dan Alat
TAK kali ini tidak menggunakan alat atau media yang spesifik,
penggunaan alat hanya yang ada diruangan saja seperti :
a) Spidol dan whiteboard / papan tulis
b) Jadwal kegiatan harian (jika ada yang
dibuat saat TAK sebelumnya)
c) Beberapa contoh obat
d) Tape recordr untuk game jika ada
6) Metode
a) Diskusi dan Tanya jawab
b) Bermain peran / simulasi
7) Susunan Pelaksana
Yang bertugas dalam TAK kali ini disesuaikan dengan petugas setiap
Sesi yang telah disepakati. Sebagai berikut :
a. Leader
: Alfatih Alan Bantara
b. Co. Leader :
Ifan Eka Ferdiawan
c. Fasilitator 1
: Andi Purnomo
d. Fasilitator 2
: Andrean
e. Fasilitator 3
: Bekti Wulan
f. Fasilitator 4
: Aditya
g. Fasilitator 5
: Andi Nur Sinar
h. Fasilitator 6
: Choirul Putri
i. Fasilitator 7
: Ardena
j. Fasilitator 8
: Anggun
k. Fasilitator 9
: Arnindia
l. Fasilitator 10 : Joko
Purnomo
m. Observer
: Fandri L S
n. Observer
: Hilman Fatony
o. Observer
: Dwi robin
8) Uraian Tugas Pelaksana
a) Leader
Tugas :
(1) Memimpin
jalannya terapi aktivitas kelompok.
(2) Merencanakan,
mengontrol, dan mengatur jalannya terapi.
(3) Menyampaikan
materi sesuai tujuan TAK.
(4) Memimpin
diskusi kelompok.
b) Co. Leader
Tugas ;
(1) Membuka
acara.
(2) Mendampingi Leader.
(3) Mengambil
alih posisi leader jika leader bloking.
(4) Menyerahkan
kembali posisi pada Leader.
c) Fasilitator
Tugas :
(1) Ikut
dalam kegiatan keompok
(2) Memberikan
stimulus dan motivator pada anggota kelompok untuk aktif mengikuti jalannya
terapi.
d) Observer
Tugas :
(1) Mencatat
serta mengamati respon klien (dicatat pada format yang tersedia)
(2) Mengawasi
jalannya aktivitas kelompok dari mulai persiapan, proses, hingga penutupan .
9) Setting Tempat
Adapun setting tempat yang akan digunakan untuk
pertemuan TAK adalah sebagai berikut
· Terapis dan klien duduk bersama dalam
lingkaran.
· Ruangan nyaman dan tenang.
keterangan:
10) Mekanisme Kegiatan
a) Persiapan
(1) Mengingatkan
kontrak kepada klien yang telah mengikuti sesi 1.
(2) Mempersiapkan
alat dan tempat pertemuan.
b) Orientasi
(1) Salam
terapeutik
(a) Salam
dari Terapis kepada klien.
(b) Klien
dan terapis pakai papan nama.
(2) Evaluasi
/ Validasi.
(a) Terapis
menanyakan perasaan klien saat ini.
(b) Terapis
menanyakan pengalaman halusinasi yang terjadi : isi, waktu, situasi, dan
perasaan.
(3) Kontrak
(a) Menjelaskan
tujuan kegiatan, yaitu dengan latihan satu cara mengontrol halusinasi
(menghardik Halusinasi).
(b) Menjelaskan
aturan main, yaitu :
i. Jika ada klien ang ingin meninggalkan
kelompok, harus minta ijin pada terapis.
ii. Lama kegiatan 45 menit.
iii. Setiap klien mengikuti kegiatan harus
dari awal sampai selesai.
c) Tahap Kerja
(1) Terapis
meminta klien menceritakan apa yang dilakukan pada saat mengalami halusinasi,
dan bagaimana hasilnya. Ulangi sampai semua klien mendapat giliran.
(2) Berikan
pujian setiap klien selesai bercerita.
(3) Terapis
menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik halusinasi saat
halusinasi muncul.
(4) Terapis
memperagakan cara menghardik halusinasi, yaitu : “Pergi,.jangan ganggu saya”,
“Saya mau bercakap-cakap dengan teman saya…”.
(5) Terapis
meminta masing-masing klien memperagakan cara menghardikhalusinasi dimulai dari
klien disebelah kiri terapis berurutan searah jarum jam sampai semua peserta
mendapat giliran.
(6) Terapis
memberikan pujian dan mengajak semuaklien bertepuk tangan saat klien selesai
menghardik halusinasi.
d) Tahap Terminasi.
(1) Evaluasi
(a) Terapis
menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
(b) Terapis
memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
(2) Rencana
Tindak Lanjut
(a) Terapis
menganjurkan klien utuk menerapkan cara yang telah dipeljari jika halusinasi
muncul
(b) Memasukkan
kegiatan menghardik dalam jadwal kegiatan harian klien.
(3) Kontrak
yang akan datang
(a) Terapis
membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK yang berikutnya, yaitu belajar cara
mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan.
(b) Terapis
membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK berikutnya.
11) Evaluasi dan Dokumentasi
a) Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAk berlangsung, khususnyapada tahap kerja.
Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk
TAK stimulasi persepsi halusinasi sesi 2, kemampuan yang diharapkan adalah
mengatasi halusinasi dengan menghardik.
b) Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK
pada catatan roses keperawatan tiap klien. Contoh : klien mengikuti TAK
stimulasi persepsi : halusinasi Sesi 2. Klien mampu memperagakan cara
menghardik halusinasi. Anjurkan klien menggunakannya jika halusinasi muncul,
khusus pada malam hari (buat jadwal).
12) Tata
Tertib dan Program Antisipasi
a. Tata Tertib :
1. Peserta bersedia mengikuti
kegiatan TAK
2. Berpakaian rapi dan bersih.
3. Peserta tidak diperkenankan makan,
minum dan merokok selama kegiatan TAK.
4. Peserta boleh meninggalkan ruangan
sebelum tata tertib dibacakan selama 5 menit, dan bila peserta tidak kembali ke
ruangan maka peserta tersebut diganti peserta cadangan.
5. Peserta tidak diperkenankan
meninggalkan ruangan setelah tata tertib dibacakan. Bila peserta meninggalkan
ruangan dan tidak bisa mengikuti kegiatan lain setelah dibujuk oleh
fasilitator, maka peserta tersebut tidak dapat diganti oleh peserta cadangan.
6. Peserta hadir 5 menit sebelum kegiatan dimulai.
7. Peserta yang ingin mengajukan
pertanyaan, mengangkat tangan terlebih dulu dan berbicara setelah
dipersilahkan.
8. TAK berlangsung selama 45 menit dari pukul 09.00 sampai 09.45.
b. Program Antisipasi
1. Usahakan dalam keadaan terapeutik.
2. Anjurkan kepada terafis agar dapat
menjaga perasaan anggota kelompok, menahan diri untuk tertawa atau sikap yang
menyinggung.
3. Bila ada peserta yang direncanakan
tidak bisa hadir, maka diganti oleh cadangan yang telah disiapkan dengan cara
ditawarkan terlebih dahulu kepada peserta.
4. Bila ada peserta yang tidak menaati
tata tertib, diperingatkan dan jika tidak bisa diperingatkan, dikeluarkan dari
kegiatan setelah dilakukan penawaran.
5. Bila ada anggota yang ingin keluar,
dibicarakan dan diminta persetujuan dari peserta TAK yang lain.
6. Bila ada peserta TAK yang melakukan
kegiatan tidak sesuai dengan tujuan, leader memperingatkan dan mengarahkan
kembali bila tidak bisa, dikeluarkan dari kelompok.
7. Bila peserta pasif, leader memotivasi
dibantu oleh fasilitator
13) Lembar Evaluasi Kemampuan Pasien
Sesi 2 : Stimulasi Persepsi ; halusinasi
Kemampuan menghardik halusinasi
|
No.
|
Nama Klien
|
Aspek yang
dinilai
|
|||
|
Menyebutkan cara
yang selama ini digunakan mengatasi halusinasi
|
Menyebutkan
efektivitas cara
|
Menyebutkan cara
mengatasi halusinasi dengan menghardik.
|
Memperagakan
menghardik halusinasi
|
||
|
1.
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
|
|
|
|
|
|
6.
|
|
|
|
|
|
|
7.
|
|
|
|
|
|
|
8.
|
|
|
|
|
|
|
9.
|
|
|
|
|
|
|
10.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut
TAK pada kolom nama klien.
2. Untuk tiap klien, beri penilaian kemampuan
menyebutkan : cara yang bisa digunakan untuk mengatasi halusinasi,
keefektifannya, cara menghardik halusinasi, dan memper
agakannya.Beri tanda centang(√) jika
klien mampu dan tanda silang(x) jika klien tidak mampu.
DAFTAR PUSTAKA
Keliat, Budi Anna & Akemat. 2004. Keperawatan
Jiwa, Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta: EGC.
Stuar, Gail W.2007. Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi
5 . Jakarta: EGC.
Yosep, Iyus.2007. Keperawatan Jiwa. Bandung:
Refika Aditama

